Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Friday, January 23, 2009

Kosa Kata, Definisi, dan Kualitas Hidup

Sudah agak lama saya membuat pe-er untuk diri sendiri… pe-er yang ringan dan lucu.

Pertama, setiap akhir hari sebelum tidur menginventarisasi beberpa kosa kata yang paling sering saya gunakan dalam percakapan. Bukan hanya percakapan verbal saya dengan orang lain. Tetapi juga percakapan nonverbal saya. Percakapan dalam pikiran yang terjadi di dalam diri. Dan ternyata percakapan nonverbal saya jauh lebih banyak dibanding percakapan verbal saya. Mungkin benar hasil penelitian yang mengatakan bahwa dalam satu hari dalam pikiran manusia berseliweran lebih dari 65.000 pikiran.

Kemudian yang kedua, menemukan definisi dari kosa kata itu. Tentu bukan definisi menurut kamus umum atau Encarta atau Wikipedia atau yang lain. Kalau definisi menurut kamus, tentu nggak usah dicari. Tinggal buka saja atau search di internet akan ketemu.

Tetapi definisi kata menurut saya sendiri. Apa arti kata itu bagi saya. Boleh-boleh saja toh definisi saya berbeda dengan definisi menurut kamus umum. Wong definisi itu akan saya gunakan sendiri. Dan definisi menurut kamus umum kan hanya kesepakatan banyak orang atas kata itu. Nanti kalau saya mau berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain baru saya menggunakan definisi menurut kamus. Tetapi untuk saya, saya menggunakan definisi yang saya buat sendiri.

Dan tentu untuk Anda, anda juga bebas mendefinisikan kata untuk Anda sendiri. Nanti kalau Anda mau berkomunikasi dan berinteraksi dengan saya, mari sama-sama menggunakan definsi yang kita sepakati bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan kosa kata sama tetapi definisi yang berbeda tentu nggak connect.

Kembali kepada kosa kata dan definisinya. Menyadari bahwa saya bebas membuat definisi untuk saya sendiri maka saya bermain-main dengan definisi. Saya coba mengubah-ubah definisi kata-kata yang paling sering saya gunakan. Dan akhirnya saya menemukan korelasi antara kosa kata, definisi, dan kualitas hidup saya.

Ketika saya mengubah kata-kata yang sering saya gunakan dan kemudian mengubah definisinya, ternyata ada perubahan pada hidup saya. Hidup saya berubah, kondisinya berubah, dan situasinya juga berubah. Kadang-kadang membuat saya senang dan kadang-kadang membuat saya tidak senang. Tergantung bagaimana saya mendefinisikan kata itu.

Kalau Anda mau mencoba silakan. Ubah definisi kata-kata yang paling sering anda gunakan. Misalnya definisi hidup bagi anda, atau definisi kerja, saya, cinta, bisnis, kantor, uang, pasangan hidup, anak, orang tua, teman, …. Atau yang lain, terserah anda.

Misalnya tentang kata hidup. Apa definisi hidup bagi anda? Apa arti hidup ini bagi anda? Apa pikiran dan perasaan yang pertama kali muncul ketika anda mendengar kata hidup? Mungkin anda akan mengatakan hidup ini susah. Hidup ini menyenangkan. Hidup adalah perjuangan. Hidup adalah masa untuk dinikmati. Hidup ini keras. Hidup ini tidak adil. Hidup adalah kontribusi….., atau definisi lain. Terserah anda.

Coba lakukan definisi ulang kata tersebut dengan arti yang lain… dan rasakan perubahan yang terjadi pada hidup anda.

Lakukan untuk kata-kata kunci yang sering anda gunakan setiap hari… dan selamat mencoba.

Saya juga masih mengerjakannya. Dan juga mengerjakan pe-er berikutnya, menyesuaikan definisi yang saya buat dengan definisi dari Sang Pemberi Hidup.

[+/-] Selengkapnya...

Tuesday, December 23, 2008

JEMBATAN BERJALAN

Jangan Anda membayangkan jembatannya punya kaki. Ini hanya pengalaman saya ketika saya sedang melaksanakan tugas kantor yang mengharuskan saya masuk ke hutan dan untuk sampai ke sana harus melewati sebuah jembatan. Jembatan kecil yang terbuat dari dua batang bambu yang diikat dan disatukan dengan kawat baja. Di sebelah kiri dan kanannya ada tali pegangan yang juga terbuat dari baja. Jembatan ini melintasi sungai yang cukup lebar, k.l. 50 meter, dengan aliran air yang lumayan deras.

Karena hanya terdiri dari dua batang bambu, ketika kami melintas di atas jembatan, mau tidak mau jembatan ini bergoyang. Kadang kiri – kanan, kadang atas – bawah. Ditambah hembusan angin yang cukup kencang yang mendorong badan menjadi tidak seimbang. Karenanya agar tidak terjatuh, mata jadi tertuju ke dua buah bambu yang jadi pijakan itu.

Tapi celaka, ketika kepala ini menunduk, bukannya bambu yang terlihat, tetapi fokus mata justru tertuju ke air sungai yang mengalir deras ke arah kanan saya. Dan goyangan jembatan semakin keras karena kaki tambah gemetaran. Dan jembatan yang semula diam, tiba-tiba mulai bergerak. Jembatan itu berjalan ke arah kiri. Semakin lama semakin cepat, secepat derasnya aliran sungai….

Jadilah jembatannya yang berjalan bukan airnya….dalam pandangan mata dan perasaan saya. Untung saya segera sadar sebelum terjatuh: yang berjalan airnya bukan jembatannya. Saya angkat padangan ke arah langit. Langit diam, tidak bergerak. Dan dengan segera jembatan menjadi diam…

Ternyata dalam keseharian sering saya jumpai pengalaman mirip jembatan berjalan ini. Dalam upaya berkontribusi dan berprestasi dalam kehidupan ini seringkali salah dalam melihat. Salah dalam memandang kejadian, peristiwa, fakta,…. Salah dalam memberikan arti dan makna. Dan akhirnya salah dalam mengambil tindakan…

Juga dalam upaya membangun bisnis. Dikatakan bahwa sembilan (belas?) pintu rezeki datang melalui bisnis dan yang satunya adalah menjadi pegawai. Tetapi ternyata banyak orang yang tidak bisa (atau tidak berani?) melihat dengan cara pandang ini. Dan tidak pernah kesampaian untuk memulai bisnis, dan tetap mencari rezeki dengan menjadi pegawai.

Mengapa? Karena yang terlihat adalah besarnya risiko yang menutupi besarnya rizqi yang datang lewat jalan bisnis itu.

Soo..jangan percaya jembatannya berjalan. Tetap semangat. Take Double Action.

[+/-] Selengkapnya...

Friday, April 11, 2008

Yang Mana Rumus Sukses Anda?

Saya menemukan beberapa rumus sukses dari sumber-sumber yang saya baca. Terus terang saya belum bisa menyimpulkan apakah semua rumus tersebut betul-betul bekerja, mengantarkan kita pada apa yang disebut sukses itu.

Soalnya saya belum mencoba satu per satu rumus-rumus itu. He… he…

Kalau anda nggak keberatan, boleh coba semuanya dan kasih tahu ke saya mana rumus yang bekerja untuk anda.

Pertama, Rhonda Byrne dalam buku dan filmnya The Secret, menulis tiga rumus sukses, yaitu Ask, Believe, dan Receive.

Kedua, Pak Adi W. Gunawan menulis ada lima langkah untuk mencapai apa yang anda inginkan: Impian, Yakin, Syukur, Pasrah, dan Doa.



Langkah 1, Impian. Anda harus tahu apa yang anda inginkan, bukan apa yang tidak anda inginkan. Dan anda harus membuat impian yang bersifat personal dan betul-betul bermakna bagi anda.

Langkah 2, Yakin. Anda harus yakin bahwa anda bisa mencapai impian anda. Masalahnya adalah, banyak orang yang tidak bisa dan tidak berani bermimpi. Dan tidak yakin bahwa ia bisa mencapai impiannya.

Langkah 3, Syukur. Bersyukurlah atas apa yang telah Anda yakin akan mencapainya. Ini akan meningkatkan level vibrasi energi anda.

Langkah 4, Pasrah. Take Action, tetapi jangan melekat pada hasil. Anda bekerja keras, cerdas, mawas dan waras, tetapi serahkan hasilnya hanya pada Yang Kuasa. Tawakkal, gitu.

Langkah 5, Doa. Sampaikan permintaan dan impian anda kepada Yang Maha Mengabulkan. Langkah ini menyertai seluruh langkah sejak awal prosesnya.

Ketiga, rumusnya Pak Roni, Founder TDA: RBDSAP. Kependekan dari Reason, Beliefs, Dreams, Strategy, Action dan Pray.

Awalnya rumus Pak Roni dan komunitas TDA cuma satu, Action. Take Action Now, begitu slogannya. Tapi akhirnya, berdarah-darah.

Makanya dibutuhkan yang lain selain action, yaitu Strategy. Jadilah rumus SA.

Ketika bertemu dengan buku Adam Khoo, Master Your Mind, Design Your Destiny, pak Roni melengkapi lagi rumusnya menjadi BDSA atau Beliefs, Dream, Strategy dan Action.

Belakangan, ternyata BDSA saja tidak cukup. BDSA sudah digunakan, tapi kok masih nggak ngaruh ya? Maka ditambah R atau Reason atau alasan yang kuat. Mereka ada yang kepepet mau di PHK. Ada yang nggak betah tinggal di rumah mertua dan sebagainya, begitu tulis pak Roni.

Dan, terakhir adalah P atau Pray. Jadilah rumus RBDSAP itu.

Anda mau coba yang mana? Silahkan pilih, atau mau coba semuanya? Kasih tahu saya kalau sudah berhasil. OK?

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, April 9, 2008

Fokus pada Tujuan

Tulisan berikut saya ambil dari blognya Pak Nukman Luthfie, www.sudutpandang.com. Pernahkah Anda mengalami seperti yang ditulis Pak Nukman?

Saya pernah... he... he...
Seriiing... hua ...ha... ha...

Yuk berhenti... dan kembali Fokus pada Tujuan.
Silakan dinikmati,

Fokus pada Tujuan

Pernahkah kita merasa kebanyakan pekerjaan rumah yang tidak rampung-rampung juga? Pernahkah kita bangun tidur dengan beban harus mengerjakan ini itu yang seharusnya dikerjakan kemarin-kemarin?

Saya pernah.

Pernahkah kita merasa hari-hari kita tidak produktif? Pernahkah kita merasakan hari berlalu begitu saja dan tidak ada satu pun hal yang selesai kita kerjakan padahal itu hal yang amat penting?

Saya juga pernah.

Pernahkah kita merasa bosan, jenuh dan kemudian menonton teve berjam-jam?

Tentu saya pernah.

Pernahkah kita melihat begitu banyak peluang dan ingin merengkuh semuanya — dan pada akhirnya yang terengkuh tak seberapa — atau bahkan sama sekali tak ada yang terengkuh?

Kebetulan saya belum pernah :)

Dan saya yakin, kita semua pernah mengalami hal-hal seperti itu. Tentu dengan kadar masing-masing. Ada yang memang punya budaya menunda pekerjaan sehingga repot sendiri setiap harinya. Ada yang memang “karena kita manusia” maka kita juga punya peluang sekecil apapun untuk jenuh, lelah dan akhirnya tidak produktif.

Sebenarnya kebiasaan buruk (atau kelemahan) semacam itu bisa dipangkas jika kita memiliki sikap untuk fokus pada tujuan.

Kalau kita ingin menjadi karyawan terbaik misalnya, dan kita fokus betul ke tujuan itu. Dengan fokus yang jelas itu, maka dengan sendirinya kita membangun habit menuju ke sasaran.

Kalau mau jadi entrepreneur, jagalah terus menerus fokus ke sana, sebab kalau kita kehilangan fokus ke tujuan itu, sampai matipun kita belum tentu jadi pengusaha.

Kalau mau berhenti merokok, fokuslah pada tujuan itu. Sekali kehilangan fokus, tanpa sadar kita akan menghisap asap beracun itu lagi meski sudah pernah berhenti.

Only through focus can you do world-class things, no matter how capable you are. Bill Gates (Fortune, July 8, 2002)

[+/-] Selengkapnya...