Saya menemukan beberapa rumus sukses dari sumber-sumber yang saya baca. Terus terang saya belum bisa menyimpulkan apakah semua rumus tersebut betul-betul bekerja, mengantarkan kita pada apa yang disebut sukses itu.
Soalnya saya belum mencoba satu per satu rumus-rumus itu. He… he…
Kalau anda nggak keberatan, boleh coba semuanya dan kasih tahu ke saya mana rumus yang bekerja untuk anda.
Pertama, Rhonda Byrne dalam buku dan filmnya The Secret, menulis tiga rumus sukses, yaitu Ask, Believe, dan Receive.
Kedua, Pak Adi W. Gunawan menulis ada lima langkah untuk mencapai apa yang anda inginkan: Impian, Yakin, Syukur, Pasrah, dan Doa.
Langkah 1, Impian. Anda harus tahu apa yang anda inginkan, bukan apa yang tidak anda inginkan. Dan anda harus membuat impian yang bersifat personal dan betul-betul bermakna bagi anda.
Langkah 2, Yakin. Anda harus yakin bahwa anda bisa mencapai impian anda. Masalahnya adalah, banyak orang yang tidak bisa dan tidak berani bermimpi. Dan tidak yakin bahwa ia bisa mencapai impiannya.
Langkah 3, Syukur. Bersyukurlah atas apa yang telah Anda yakin akan mencapainya. Ini akan meningkatkan level vibrasi energi anda.
Langkah 4, Pasrah. Take Action, tetapi jangan melekat pada hasil. Anda bekerja keras, cerdas, mawas dan waras, tetapi serahkan hasilnya hanya pada Yang Kuasa. Tawakkal, gitu.
Langkah 5, Doa. Sampaikan permintaan dan impian anda kepada Yang Maha Mengabulkan. Langkah ini menyertai seluruh langkah sejak awal prosesnya.
Ketiga, rumusnya Pak Roni, Founder TDA: RBDSAP. Kependekan dari Reason, Beliefs, Dreams, Strategy, Action dan Pray.
Awalnya rumus Pak Roni dan komunitas TDA cuma satu, Action. Take Action Now, begitu slogannya. Tapi akhirnya, berdarah-darah.
Makanya dibutuhkan yang lain selain action, yaitu Strategy. Jadilah rumus SA.
Ketika bertemu dengan buku Adam Khoo, Master Your Mind, Design Your Destiny, pak Roni melengkapi lagi rumusnya menjadi BDSA atau Beliefs, Dream, Strategy dan Action.
Belakangan, ternyata BDSA saja tidak cukup. BDSA sudah digunakan, tapi kok masih nggak ngaruh ya? Maka ditambah R atau Reason atau alasan yang kuat. Mereka ada yang kepepet mau di PHK. Ada yang nggak betah tinggal di rumah mertua dan sebagainya, begitu tulis pak Roni.
Dan, terakhir adalah P atau Pray. Jadilah rumus RBDSAP itu.