Seringkali kita mendengar pertanyaan yang diulang-ulang, “Entrepeneur itu dilahirkan atau dipelajari?” Sebagai orang yang berdarah Jawa [meskipun bukan biru, saya berdarah merah], saya, sebagaimana kebanyakan orang Jawa, mengatakan bahwa entrepenur itu dilahirkan. “Karena bukan keturunan Bugis, Padang, atau Cina, saya tidak bisa berbisnis,” demikian komentar yang sering saya dengar, termasuk juga saya sering mengatakan demikian. Tapi, benarkah demikian?
Perkembangan ilmu genetika belakangan menjelaskan apa saja yang dibawa sejak lahir dan apa saja yang bisa diubah. Kini ilmu genetika telah bercabang dua, yakni genetika bilogi (biological genetics) dan genetika perilaku (behavioral genetics). Yang pertama menjelaskan unsur-unsur pembawa sifat yang tetap (given), terutama yang menyangkut hal-hal yang bersifat fisik. Sedangkan yang kedua menyangkut hal-hal yang dapat dipelajari dan diubah oleh manusia.
Genetika perilaku ini dijelaskan oleh Kazuo Murakami dalam bukunya The Devine Message of The DNA (Mizan, 2007). Bahwa kita punya mekanisme “on-off” pada DNA kita. Murakami mengatakan bahwa ada tiga faktor yang bisa membawa manusia berubah, yaitu kapasitas bakat (talenta) atau keping informasi yang tidak terbatas (pada gen Anda), lingkungan Anda, dan cara Anda berpikir. Bahwa kita dapat menjadi entrepeneur yang hebat.
Thomas L. Harrison dalam buku The DNA of Success menekankan pada cara berpikir. Entrepeneur memiliki kecenderungan alami untuk berpikir dengan cara tertentu yang berperan pada kesuksesan mereka.
Ada lima aspek besar dalam kepribadian yang sangat diwariskan kepada Anda. Setiap orang memiliki kombinasi unik dari kelima sifat ini. Kepribadian itu bukan sifat yang “Anda miliki atau tidak Anda miliki”, tetapi semua sifat itu ada pada Anda. Hanya saja mungkin kuat, lemah, atau berada di antaranya.
Sifat lima besar itu disebut OCEAN, yaitu Openness to new experience (open mind), Conscientiousness (disiplin), Extrovertness, Agreeableness, dan Neurotism.
Openness to new experience. Keterbukaan pada pengalaman hidup. Ukuran tingkat penerimaan seseorang pada pengalaman dan gagasan baru. Orang yang suka bepergian ke tempat-tempat baru dari pada mendatangi tempat yang pernah dikunjungi, mungkin adalah orang dengan tingkat keterbukaan pada pengalaman hidup tinggi. Inovator, peneliti, entrepeneur, bahkan sebagian orang pemasaran cenderung memiliki skor tinggi pada ukuran keterbukaan ini.
Conscientiousness. Kehati-hatian. Ini mengukur motivasi dan kehati-hatian pendekatan seseorang dalam menyelesaikan tugas. Disiplin, teratur, bekerja berdasar metode, dapat diandalkan, dan gigih adalah tanda-tanda bahwa orang tersebut memiliki kehati-hatian tinggi. Profesi di bidang keuangan mungkin penuh diisi oleh orang yang penuh kehati-hatian. Mungkin Anda berkata, “Bagaimana dengan skandal keuangan yang sering kita dengar?”, ingat bahwa dalam istilah psikologi, kehati-hatian tidak sama maknanya dengan etika. Anda dapat sangat berhati-hati dalam mengejar tujuan yang patut dipertanyakan.
Extroversion. Ekstrover. Mengukur ketertarikan seseorang pada aktivitas dan orang lain. Jika Anda kenal seseorang yang selalu aktif, suka pesta, suka mendominasi pembicaraan, dan mencari petualangan, kemungkinan besar dia sangat ekstrover. Contoh klasik tipe ini adalah orang penjualan.
Agreeableness. Penerimaan. Ukuran kemampuan dan kemauan bekerja sama dengan orang lain dan menghindari konfrontasi. Seseorang yang mengorbankan diri-sendiri, cenderung tunduk pada otoritas, umumnya percaya orang lain, tak suka berdebat, mungkin adalah orang yang sangat mudah menerima. Orang-orang yang bertugas di bidang administrasi tak dapat mengerjakan tugas mereka apabila tingkat penerimaannya tidak tinggi.
Neuroticism. Neurotisisme. Kadang disebut juga stabilitas emosional atau pengendalian emosional. Ini adalah ukuran pada kecenderungan keseluruhan seseorang dalam merasakan emosi negatif yang kronis, seperti depresi, kegelisahan, dan rasa permusuhan. Umumnya pesimistis, mudah kecewa, dan pencemas menjadi ciri orang neurotis. Seniman adalah orang yang dicap stereotip memiliki tingkat neurotisme tinggi.
Tak satupun dari sifat-sifat ini yang merupakan berkah murni. Bergantung pada sitiuasinya, tiap-tiap sifat dapat membantu, merugikan, atau sama sekali tidak ada sangkut pautnya. Bahkan katakanlah jika Anda membaca deskripsi penerimaan dan menganggapnya sebagai sifat terpuji, ternyata sifat ini dapat juga menimbulkan masalah. Secara ekstrim, setiap sifat ini dapat menjadi masalah.
Hal lain, cara Anda bertindak tak hanya dipengaruhi oleh satu sifat, tetapi oleh kombinasi sifat-sifat tersebut dan cara lingkungan Anda mempengaruhi munculnya kepribadian itu. Contohnya, tanpa tingkat penerimaan yang cukup, orang dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi mungkin akan terpaku pada sistem yang kaku dan menemui kesulitan dalam mengakomodasi kebutuhan orang lain.
Interaksi antar sifat ini mirip dengan bagian-bagian penyusun kromosom yang diatur dalam “pasangan dasar”: A – T dan G – C. Dengan cara yang sama, ekspresi kombinasi sifat-sifat prbadi sepertinya sangat kuat:
Keterbukaan – Kehati-hatian: sebuah keseimbangan antara dua sifat ini memungkinkan Anda terbuka pada ide-ide baru sembari tetap disiplin dalam mengejar cita-cita.
Ekstrover – Penerimaan: keseimbangan dua sifat ini memberikan energi yang menuntut cara berpikir entrepreneurial, tetapi mengimbanginya dengan kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain.
Kombinasi ini adalah Pasangan Kekuatan, karena pada setiap kombinasi pasangan, satu sifat membantu mengimbangi masalah potensial yang dapat ditimbulkan oleh sifat lain. Seperti pasangan dasar yang menjadi penyusun DNA kita, Pasangan Kekuatan ini adalah penyusun kesuksesan kita.
Sifat yang memunculkan tantangan terbesar bagi cara berpikir entrepreneur adalah neurotisisme. Jika seorang pencemas, mungkin Anda mengalami kesulitan dalam mengambil risiko. Jika mudah kecewa dan sukar pulih dari hantaman kehidupan, Anda akan lebih mendapatkan kesulitan untuk tetap gigih dalam menghadapi tantangan. Dan orang yang mudah diliputi pandangan atau emosi negatif, misalnya saat seorang pelanggan potensial berkata, “Saya tidak tertarik!” membuatnya lebih sulit untuk tetap fokus dan mencium peluang-peluang baru. Jika neurotisme Anda tinggi, Anda sekarang mungkin berkata pada diri sendiri, “Ya, aku harus menyerah. Tak ada harapan.”
Bagaimana sekarang? Bagaimana sendainya Anda merasa dari lima sifat besar tidak mendukung kesuksesan Anda? Apakah Anda harus menyerah? Tentu saja tidak!
Buku The DNA of Success karya Thomas L. Harrison layak Anda nikmati untuk menarik keberhasilan bisnis Anda. Silakan dicoba!!!
Monday, January 26, 2009
The DNA of Success
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment